Polrestabes Medan Tangkap Pelaku Pengrusakan Mobil Dinas Bina Marga Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

  • Whatsapp

Jurnal RB Polri, Medan – Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Medan mengamankan seorang tersangka pengerusakan mobil jenis pickup dengan nomor plat seri BK 9320 J milik Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pemprov Sumatera Utara.

Tersangka berinisial MHB (21) warga Jalan Sukaramai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis diamankan karena ikut melakukan pengerusakan mobil dinas tersebut saat terjadinya aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kampus Institut Teknologi Medan (ITM) di Jalan Gedung Arca, Medan pada Kamis (8/10) lalu.

Akibat pengerusakan itu, mobil milik Pemprov Sumut tersebut mengalami kerusakan pada bagian kaca depan, pintu kanan rusak serta kacanya pecah, sementara bagian body atas.

Dalam keterangannya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah H Tobing SIK MH, mengatakan saat berlangsungnya unjuk rasa di depan kampus ITM, tersangka yang merupakan mahasiswa tersebut sedang berada di sekitar lokasi kejadian (TKP) dan tersangka lainnya sedang mengangkat mobil tersebut sehingga mobil tersebut terbalik dengan kondisi body mobil sebelah kiri berada di bawah.

Kemudian tersangka naik ke atas bak mobil pick up tersebut yang telah dimasukan ke dalam kampus Institut Teknologi Medan (ITM).

“Tersangka diamankan pada 21 Oktober 2020 berdasarkan video amatir warga yang viral,” ungkap Kapolrestabes Medan saat mengelar press rilis, Jumat (23/10) sore.

Kapolrestabes Medan, lanjutnya menjelaskan, tersangka merupakan pelaku perusu (provokator) dan pengerusakan terhadap mobil Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sumut.

“Kita himbau kepada masyarakat jika ada yang mengenali orang – orang yang terdapat di dalam video tersebut segera laporkan ke kami dan termasuk para tersangka pengerusakan mobil dinas Polda Sumut saat terjadi kerusuhan di Jalan Skip Medan, Lapangan Merdeka dan yang di depan kampus,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka MHB disangkakan dengan Pasal 170 dan Pasal 406 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (*)

Pos terkait