Pilkada Serentak di Papua Barat Kondusif, Kapolda Apresiasi Semua Pihak

  • Whatsapp
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr Tornagogo Sihombing, S.I.K.,M.Si. (Dok.istimewa)

Jurnal RB Polri, Manokwari – Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, khususnya para pelaksana Pilkada serta seluruh elemen masyarakat atas gelaran Pilkada serentak di Provinsi Papua Barat pada Rabu 9 Desember 2020 yang berlangsung aman, damai, dan sehat.

Seperti diketahui, di Provinsi Papua Barat telah digelar 9 daerah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk Kabupaten Manokwari, Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondana, Kaimana, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak.

Bacaan Lainnya

“Tidak ada kejadian-kejadian menonjol yang mengganggu situasi kamtibmas. Ada riak-riak kecil, tapi masih bisa diatasi personel Polri dan TNI di lapangan,” kata AKBP Adam Erwindi seperti dikutip dari ANTARA. Sabtu (13/12).

Terkait gerakan golongan putih (golput) serta persoalan kepemiluan, Polda Papua Barat terus memantau serta melakukan inventarisasi.

Sedangkan persoalan-persoalan di tempat pemungutan suara (TPS) sudah ditangani oleh KPU dan Bawaslu.

Pihaknya mengimbau para kandidat tetap menahan diri serta tidak frontal dalam menyikapi masalah yang terjadi selama pemungutan suara.Begitu pula kandidat yang merasa unggul dari hasil penghitungan cepat.

“Jangan bereuforia dan melakukan konvoi di jalan. Tunggu sampai ada putusan resmi KPU,” imbau Adam.

Meskipun menang sesuai putusan KPU, menurut Adam, konvoi serta pesta kemenangan pun sebaiknya tidak dilakukan karena dinilai dapat menciptakan kerumunan dan menjadi media penularan Covid-19.

Meskipun menang sesuai putusan KPU, menurut Adam, konvoi serta pesta kemenangan pun sebaiknya tidak dilakukan karena dinilai dapat menciptakan kerumunan dan menjadi media penularan Covid-19.

“Banyak pihak yang memantau pelaksanaan pilkada. Sama-sama kita jaga agar pesta demokrasi ini tidak menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19,” tutur Adam.

Kabid Humas juga menyarankan para kandidat menempuh proses hukum yang diatur undang-undang, jika menemukan pelanggaran pada pilkada ini. Situasi kamtibmas harus dijaga agar tetap kondusif.

Bawaslu merillis ada 32 TPS di Papua Barat yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang serta tiga TPS untuk penghitungan suara ulang.

Menyikapi temuan tersebut, Polda Papua Barat masih memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan seluruh penyelenggara pilkada.

Penebalan pasukan siap dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan.(*)

Pos terkait