Libur Nataru, Jumlah Penumpang Transportasi Turun Sampai 59 Persen

  • Whatsapp

Jurnal RB Polri – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penurunan drastis penumpang pada seluruh moda transportasi di masa libur natal 2020 dan tahun baru 2021 (Nataru) karena pandemi Covid-19.

“Banyak masyarakat yang tidak bepergian dan pulang ke kampung dengan tetap tinggal di rumah sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mengawal ketat protokol kesehatan di masa libur Nataru,” kata Menteri Budi.

Menteri Budi mengatakan, Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Nataru dari tanggal 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 (H-7 hingga H+9), terjadi penurunan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan penyelenggaraan Angkutan Nataru Tahun lalu dengan periode yang sama.

“Penurunan jumlah penumpang pada angkutan bus sebanyak 59,87 persen dari 2.127.971 penumpang menjadi 853.970 penumpang,” ujar Menteri Budi dalam keterangan resmi, Selasa (5/1).

Sementara angkutan penyeberangan, lanjut menteri Budi, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 47,87 persen dari 3.063.561 penumpang menjadi 1.596.915 penumpang.

“Sedangkan pada angkutan udara, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 42,30 persen dari 3.602.821 penumpang menjadi 2.078.764 penumpang,” katanya.

Menteri Budi menambahkan pada angkutan laut terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 62,80 persen dari 1.380.422 penumpang menjadi 513.503 penumpang.

Adapun angkutan kereta api, terdapat penurunan jumlah penumpang sebanyak 83,83 persen dari 3.495.773 penumpang menjadi 565.414 penumpang

“Penurunan jumlah penumpang ini bukan berarti prestasi dari sektor transportasi menurun, tetapi ini merupakan bentuk kesadaran dari masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap menjaga protokol kesehatan. Kami mengapresiasi kesadaran dari masyarakat,” ungkap Menteri Budi.

Dalam rangka mencegah penularan Covid-19 di sektor transportasi, Kemenhub telah menindaklanjuti Surat edaran dari Satgas Penanganan Covid-19 dengan memberlakukan sejumlah aturan yang ketat terkait protokol kesehatan seperti kewajiban melakukan Rapid Test Antigen maupun PCR Test di beberapa daerah tujuan.

“Kemenhub juga telah melakukan pengecekan Rapid Tes Antigen secara acak di simpul-simpul transportasi,” katanya.(*)

Pos terkait